Monday, April 18, 2016

Untuk Seseorang

Aku berdoa untuk seseorang, yang menjadi bagian dari hidupku. Seseorang yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu. Seseorang yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau. Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk-Mu.

Wajah tampan dan daya tarik fisik lain tidaklah penting. Yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk selalu dekat dengan Engkau. Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia. 

Thursday, April 14, 2016

Semua Salahku

Kamu mengenalkan namamu begitu saja, uluran tanganmu dan suara lembutmu berlalu tanpa pernah kuingat-ingat. Awalnya, semua berjalan sederhana. Kita bercanda, kita tertawa, dan kita membicarakan hal-hal manis. Perhatian yang mengalir darimu dan pembicaraan manis kala itu hanya kuanggap sebagai hal yang tak perlu dimaknai dengan luar biasa. Ku jaga baik-baik hati ini agar tak terbawa larut kedalam perasaan.

Di bawah langit kota Jogja, masih tersisa bayang-bayangmu dikamarku. Suara motor lalu lalang, ketikan jemariku di layar handphone, dan setiap inci ketika aku melempar pandang; entah mengapa wajahmu selalu hadir disana. Aku tau ini bukan lagi perasaan yang biasa, perasaan ini pun aku tak jelas ujungnya, perasaan yang membuatku bingung dan linglung.