Thursday, June 9, 2016

Pemuja Rahasia

Ada yang masih kulakukan secara sembunyi-sembunyi. Ada yang sedang mengharapkan sesuatu yang ketiadaannya masih sanggup dimengerti. Ada sewujud doa yang kuungkap setiap mengawali pagi, untuk ia yang belum juga tahu tentang apa yang kulakukan setiap hari, di sini. Ada yang kesulitan mengatur debar napas, seusai segaris bibirmu mengembang bebas.

Sebutlah aku pengaggummu.

Aku Hanya Berani Seperti Ini; Mengagumimu Dalam Diam

Hallo Tuan!
yang sedang sibuk mengejar cita.

Tak terasa hampir dua tahun sudah aku mengagumimu. Bedasarkan beberapa postingan yang kubaca, katanya jika perasaan itu sudah lebih dari tiga bulan maka rasa itu bisa disebut dengan cinta. Namun aku pikir aku masih terlalu takut untuk menyebut ini cinta.

Tuan, sesungguhnya yang mendatangkan rasa kagum ini, yang memekarkan hati ini adalah dari-Nya. Sungguh aku hanya bisa menerimanya. Aku hanya bisa pasrah tertegun, tak bisa mengelak atas perasaan ini padamu. Tertegun dalam keindahan akhlakmu. Tertegun dalam manisnya lisanmu. Dan tertegun pula dalam kerasnya semangatmu. Semua begitu sempurna, sungguh sempurna. Sempurna sesuai firman-Nya.