Ada yang masih kulakukan secara sembunyi-sembunyi. Ada yang sedang mengharapkan sesuatu yang ketiadaannya masih sanggup dimengerti. Ada sewujud doa yang kuungkap setiap mengawali pagi, untuk ia yang belum juga tahu tentang apa yang kulakukan setiap hari, di sini. Ada yang kesulitan mengatur debar napas, seusai segaris bibirmu mengembang bebas.
Sebutlah aku pengaggummu.