Kita bertemu disebuah acara yang cukup besar. Bersyukur bisa
mengikuti acra tersebut. Bersyukur juga bisa bertemu denganmu disana. Sesosok pria
tak terlalu tinggi yang kulihat di depan pintu masuk. Berwajah original dengan
kumis tipis yang menambah kenikmatan jika dilihat lebih dalam lagi.
Malam itu kucoba beranikan diri untuk menyapamu. Sapaan pun
dibalas dengan baik. Kita mulai bertukar informasi dan juag saling bertukar
pengalaman. Kamu memberikan berbagai motivasi yang cukup mendalam.
Keesokan harinya, percakapan kita berakhir karena memang
sudah tak ada lagi yang harus dibicarakan. Waktu itu tak ada rasa apa-apa,
hanya penyesalan biasa saja. Beberapa minggu berikutnya kamu datang menyapaku. Dengan
awal menanyakan kabar, yang berlanjut hingga beberapa minggu kedepan. Perhatianmu
pun mulai muncul. Ucapan-ucapan yang selalu menyapa disetiap pagi dan malam,
yang kadang sering membuat hari-hariku lebih indah.
Kedewasaanmu yang selalu membuat aku berpikir positif. Selalu
menenangkan dikala hati gundah. Dan selalu membuat aku tersenyum. Sangat nyaman
memang jika berada diposisiku saat ini.
Pernah terbesit dipikiranku, “apakah kamu jodohku? Orang
yang sengaja di datangkan untuk menemani hari-hariku”. Ah, kurasa aku masih
terlalu kecil untuk berkata masalah jodoh.
28 Maret, dihari ulang tahunku. Ucapanmu yang sangat
kutunggu-tunggu. Namun tak juga mampir di ponselku. Sempat merasa kesal, tak
semangat, kecewa, semuanya ada.
Ternyata, tak lama kamu muncul. Muncul dengan segelintir
kalimat ucapan romantis disertai emoji hati yang lucu. Membacanya cukup
membuatku terbang ke angkasa. Memaksaku untuk mengartikan sendiri apa maksud
dibalik kalimat itu.
Sejak mengenalmu, aku sudah yakin bahwa kamu itu sosok yang
berbeda. Kamu dewasa. Kamu perhatian. Kamu care. Kamu selalu mengajari aku
sesuatu hal yang baru. Kamu yang selalu memberi semangat disaat aku mulai
jatuh. Kamu yanga membuat aku tak lagi buta politik. Kamu yang telah membuatku
jatuh cinta pada kimia, pelajaran yang selama ini ku benci.
Aku suka. Perhatianmu membuatku nyaman. Tak biasanya aku
merasa seperti ini. Ini berbeda. Ini spesial seperti martabak telor kesukaanku.
No comments:
Post a Comment