Tuesday, April 8, 2014

Kamu

Kita bertemu disebuah acara yang cukup besar. Bersyukur bisa mengikuti acra tersebut. Bersyukur juga bisa bertemu denganmu disana. Sesosok pria tak terlalu tinggi yang kulihat di depan pintu masuk. Berwajah original dengan kumis tipis yang menambah kenikmatan jika dilihat lebih dalam lagi.
Malam itu kucoba beranikan diri untuk menyapamu. Sapaan pun dibalas dengan baik. Kita mulai bertukar informasi dan juag saling bertukar pengalaman. Kamu memberikan berbagai motivasi yang cukup mendalam.

Keesokan harinya, percakapan kita berakhir karena memang sudah tak ada lagi yang harus dibicarakan. Waktu itu tak ada rasa apa-apa, hanya penyesalan biasa saja. Beberapa minggu berikutnya kamu datang menyapaku. Dengan awal menanyakan kabar, yang berlanjut hingga beberapa minggu kedepan. Perhatianmu pun mulai muncul. Ucapan-ucapan yang selalu menyapa disetiap pagi dan malam, yang kadang sering membuat hari-hariku lebih indah.

Kedewasaanmu yang selalu membuat aku berpikir positif. Selalu menenangkan dikala hati gundah. Dan selalu membuat aku tersenyum. Sangat nyaman memang jika berada diposisiku saat ini.
Pernah terbesit dipikiranku, “apakah kamu jodohku? Orang yang sengaja di datangkan untuk menemani hari-hariku”. Ah, kurasa aku masih terlalu kecil untuk berkata masalah jodoh.

28 Maret, dihari ulang tahunku. Ucapanmu yang sangat kutunggu-tunggu. Namun tak juga mampir di ponselku. Sempat merasa kesal, tak semangat, kecewa, semuanya ada.
Ternyata, tak lama kamu muncul. Muncul dengan segelintir kalimat ucapan romantis disertai emoji hati yang lucu. Membacanya cukup membuatku terbang ke angkasa. Memaksaku untuk mengartikan sendiri apa maksud dibalik kalimat itu.

Sejak mengenalmu, aku sudah yakin bahwa kamu itu sosok yang berbeda. Kamu dewasa. Kamu perhatian. Kamu care. Kamu selalu mengajari aku sesuatu hal yang baru. Kamu yang selalu memberi semangat disaat aku mulai jatuh. Kamu yanga membuat aku tak lagi buta politik. Kamu yang telah membuatku jatuh cinta pada kimia, pelajaran yang selama ini ku benci.


Aku suka. Perhatianmu membuatku nyaman. Tak biasanya aku merasa seperti ini. Ini berbeda. Ini spesial seperti martabak telor kesukaanku.

No comments:

Post a Comment