Monday, December 1, 2014

Malang, I will miss you

Jumat, 28 November 2014 pukul 20.30 WIB. Aku berangkat menuju provinsi tetangga, Jawa Timur. Tepatnya di kota malang aku akan bersinggah, acara study banding penelitian telah membawaku ke kota ini. Kota yang dulu sempat menjadi rencana. Namun saat itu Tuhan tak mengijinkan aku untuk turut menimba ilmu di kota ini. Ah, kenangan itu muncul kembali dibenakku. Haruskah aku harus bahagia atau malah bersedih di kota ini. Hari pertama tiba, aku disambut dengan udara khas kota Batu, Malang. 20 derajad celcius menemaniku di dini hari ini. Dinginnya angin dan kemerlip lampu-lampu menambah kepuasan pada diri sendiri. Pertarungan gigi atas dan gigi bawahku bukan kendala, semua tak mengurangi kebahagiaan ini.

Petualangan pun dimulai. Untuk pertama kalinya aku mengunjungi Universitas Brawijaya. Universitas yang dulu sempat menjadi pilihan di seleksi undangan. Tak menyangka bisa menginjakkan kaki disini. Mengingat sosok yang dulu sempat mengisi hati yang akhir-akhir ini entah mengapa aku sangat merindukannya. Sesak dada yang menggebu-gebu mengiri perjalananku selama disini. Kuputar mata kesegala arah dengan harapan aku dapat menemukan orang itu, meski ku pikir itu mustahil, dan ternyata benar. Selama 6 jam aku di sini, tak ada juga sosok yang dapat mengunci mataku. Ingin memberi kabar, namun siapa aku, mungkin kau sudah lupa. Tapi memang seharusnya dilupakan, bukan diingat terus seperti apa yang terjadi padaku. Ah sudahlah let this be memorable. Memories that will be maintained until whenever.
Lanjut. Perjalanan dilanjutkan menuju museum angkut, masih di kota Batu Malang. Awalnya aku sama sekali ga tertarik sih di tempat ini. Tapi ketika aku mulai menjajaki lantai dua, naik ke apollo. Aku mulai menemukan sisi keindahan tempat ini. Melihat isi Kota Batu dari atas, awan mendung beserta angin yang berhembus amat keras membuat aku merasakan betapa nyaman dan tenangnya kota ini. Kusempatkan diri beberapa saat untuk duduk bersimpuh dan menikmati angin sekaligus sekeliling kota Batu Malang ini. Keasyikanku pun musnah karena panggilan dari teman-teman yang lain. Dengan berat hati aku pun meninggalkan titik terindah tempat ini dan melanjutkan ke spot berikutnya.
Singkat waktu. Karena senin masih harus kuliah, dengan berat hati aku harus meninggalkan Kota Malang ini. Kota paling tenang yang pernah aku kunjungi. Sedih jika harus berpisah. Sedih jika kenyataan kita ternyata akan berbeda kota lagi. Padahal sudah setahun lebih semuanya berlalu. Tapi apalah arti jarak jika Tuhan sudah berkehendak. Semoga aku bisa menginjakkan kaki di kota ini lagi. Dan semoga nanti kita dapat berjumpa lagi di kota ini, dan.............

See you next time Malang..!!

1 comment:

  1. oy ay oy ay oy gw baru baca wkwkwk
    tingkatkan yaaaa...tulisannya. bukan kegalauan nya :p

    ReplyDelete