Jumat, 28 November 2014 pukul 20.30 WIB. Aku berangkat menuju provinsi
tetangga, Jawa Timur. Tepatnya di kota malang aku akan bersinggah, acara study
banding penelitian telah membawaku ke kota ini. Kota yang dulu sempat menjadi
rencana. Namun saat itu Tuhan tak mengijinkan aku untuk turut menimba ilmu di
kota ini. Ah, kenangan itu muncul kembali dibenakku. Haruskah aku harus bahagia
atau malah bersedih di kota ini. Hari pertama tiba, aku disambut dengan udara
khas kota Batu, Malang. 20 derajad celcius menemaniku di dini hari ini.
Dinginnya angin dan kemerlip lampu-lampu menambah kepuasan pada diri sendiri. Pertarungan
gigi atas dan gigi bawahku bukan kendala, semua tak mengurangi kebahagiaan ini.
Petualangan pun dimulai. Untuk pertama kalinya aku mengunjungi
Universitas Brawijaya. Universitas yang dulu sempat menjadi pilihan di seleksi
undangan. Tak menyangka bisa menginjakkan kaki disini. Mengingat sosok yang
dulu sempat mengisi hati yang akhir-akhir ini entah mengapa aku sangat
merindukannya. Sesak dada yang menggebu-gebu mengiri perjalananku selama
disini. Kuputar mata kesegala arah dengan harapan aku dapat menemukan orang
itu, meski ku pikir itu mustahil, dan ternyata benar. Selama 6 jam aku di sini,
tak ada juga sosok yang dapat mengunci mataku. Ingin memberi kabar, namun siapa
aku, mungkin kau sudah lupa. Tapi memang seharusnya dilupakan, bukan diingat
terus seperti apa yang terjadi padaku. Ah sudahlah let this be memorable.
Memories that will be maintained until whenever.
Lanjut. Perjalanan dilanjutkan menuju museum angkut, masih di kota Batu
Malang. Awalnya aku sama sekali ga tertarik sih di tempat ini. Tapi ketika aku
mulai menjajaki lantai dua, naik ke apollo. Aku mulai menemukan sisi keindahan
tempat ini. Melihat isi Kota Batu dari atas, awan mendung beserta angin yang
berhembus amat keras membuat aku merasakan betapa nyaman dan tenangnya kota
ini. Kusempatkan diri beberapa saat untuk duduk bersimpuh dan menikmati angin
sekaligus sekeliling kota Batu Malang ini. Keasyikanku pun musnah karena
panggilan dari teman-teman yang lain. Dengan berat hati aku pun meninggalkan
titik terindah tempat ini dan melanjutkan ke spot berikutnya.
Singkat waktu. Karena senin masih harus kuliah, dengan berat hati aku
harus meninggalkan Kota Malang ini. Kota paling tenang yang pernah aku
kunjungi. Sedih jika harus berpisah. Sedih jika kenyataan kita ternyata akan
berbeda kota lagi. Padahal sudah setahun lebih semuanya berlalu. Tapi apalah
arti jarak jika Tuhan sudah berkehendak. Semoga aku bisa menginjakkan kaki di
kota ini lagi. Dan semoga nanti kita dapat berjumpa lagi di kota ini,
dan.............
See you next time Malang..!!
oy ay oy ay oy gw baru baca wkwkwk
ReplyDeletetingkatkan yaaaa...tulisannya. bukan kegalauan nya :p